KabarJawa.com – Kemudahan layanan keuangan digital membuat masyarakat semakin praktis dalam memenuhi kebutuhan finansial. Cukup melalui ponsel, berbagai produk pinjaman maupun investasi dapat diakses dalam hitungan menit. Namun di balik kecepatan tersebut, risiko juga mengintai, terutama bagi generasi muda yang menjadi pengguna aktif platform digital.
Situasi inilah yang menjadi salah satu pokok pembahasan dalam audiensi antara tim Kabar Jawa dan Otoritas Jasa Keuangan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat, 20 Februari 2026. Pertemuan yang berlangsung di kantor OJK Yogyakarta itu diterima langsung oleh Kepala OJK DIY, Eko Yunianto.
Diskusi berlangsung hangat dan terbuka. Selain menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan, audiensi tersebut juga membahas tantangan literasi keuangan di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, termasuk meningkatnya kasus pinjaman online ilegal.
Literasi Keuangan Bukan Sekadar Paham Uang
Dalam pertemuan tersebut, OJK DIY menekankan bahwa literasi keuangan tidak berhenti pada kemampuan mengatur pemasukan dan pengeluaran. Lebih dari itu, masyarakat perlu memiliki kecakapan dalam membaca risiko serta memahami konsekuensi setiap keputusan finansial.
“Generasi muda perlu dibekali pemahaman keuangan yang baik agar tidak mudah terjebak tawaran yang tampak menggiurkan tetapi berisiko tinggi,” ujar Eko Yunianto dalam pertemuan tersebut.
Ia menilai generasi muda menjadi kelompok yang paling rentan karena terbiasa dengan transaksi digital yang serba cepat. Tanpa pemahaman yang memadai, kemudahan tersebut justru dapat membuka celah terhadap praktik penipuan atau jeratan utang berbunga tinggi.
Menurut OJK DIY, edukasi finansial harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda. Pemahaman yang baik akan membantu mereka lebih rasional dalam menyikapi promosi produk keuangan yang marak di media sosial dan berbagai platform daring.
Waspada Lonjakan Pinjol Jelang Lebaran
Isu pinjaman online atau pinjol menjadi perhatian khusus dalam audiensi tersebut, terutama menjelang momentum Lebaran. Pada periode ini, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat, sehingga tawaran pinjaman instan pun semakin agresif.
OJK DIY mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan legalitas lembaga jasa keuangan sebelum mengajukan pinjaman. Penawaran dengan proses sangat cepat, tanpa syarat jelas, atau iming-iming yang terdengar terlalu menguntungkan perlu diwaspadai.
“Kalau sesuatu terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, itu perlu dicurigai dan diuji kembali,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Evaluasi rasional dan pengecekan legalitas menjadi langkah penting sebelum menyetujui perjanjian pinjaman apa pun.
OJK DIY Buka Ruang Pengaduan dan Pendampingan
Dalam audiensi itu juga ditegaskan bahwa OJK DIY tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga perlindungan konsumen. Masyarakat yang menghadapi persoalan layanan keuangan dapat menyampaikan pengaduan secara langsung melalui kantor OJK DIY di Yogyakarta.
“Fungsi OJK bukan hanya mengawasi, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam menjaga keamanan transaksi keuangan mereka,” tambah Eko Yunianto.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh informasi resmi mengenai status legalitas lembaga jasa keuangan, memahami hak dan kewajiban sebagai konsumen, serta mendapatkan pendampingan jika terjadi sengketa.

Peran Media dalam Edukasi Publik
Dalam kesempatan yang sama, Managing Director kabarjawa.com, Cacik Gunarti, menyampaikan pentingnya kolaborasi antara media dan regulator untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan.
“Kami melihat OJK memiliki pesan sangat penting yang perlu didistribusikan lebih luas. Melalui publikasi bersama, kami berharap informasi mengenai literasi keuangan dan cara menghindari penipuan finansial bisa tersampaikan kepada lebih banyak orang,” ujar Cacik Gunarti dalam sesi dialog.
Ia menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam menerjemahkan isu-isu teknis menjadi informasi yang mudah dipahami masyarakat. Dengan penyampaian yang tepat, edukasi keuangan dapat menjangkau pembaca dari berbagai latar belakang.
Audiensi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antara Kabar Jawa dan OJK DIY. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi keuangan sekaligus membangun ekosistem jasa keuangan yang lebih sehat, aman, dan inklusif di Daerah Istimewa Yogyakarta.***
Berita Terkini
Berita Terbaru
Daftar Terbaru
News
Jasa Impor China
Berita Terbaru
Flash News
RuangJP
Pemilu
Berita Terkini
Prediksi Bola
Technology
Otomotif
Berita Terbaru
Teknologi
Berita terkini
Berita Pemilu
Berita Teknologi
Hiburan
master Slote
Berita Terkini
Pendidikan
Resep
Jasa Backlink
Slot gacor terpercaya
Anime Batch