KabarJawa.com – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mematok target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebesar Rp36,4 miliar pada tahun 2026.
Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan ditetapkan setelah pemerintah daerah melakukan evaluasi, termasuk mengganti 30 petugas Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) pantai.
Pada tahun 2025, Pemkab Gunungkidul menargetkan PAD pariwisata sebesar Rp33,5 miliar. Namun, realisasi yang dicapai hanya sekitar Rp30,4 miliar atau selisih sekitar Rp3,1 miliar dari target.
Kondisi itu mendorong Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Gunungkidul untuk menyusun langkah perbaikan guna meningkatkan kinerja pendapatan.
Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, mengatakan pihaknya berupaya memperkuat pengelolaan retribusi, terutama di kawasan pantai yang menjadi destinasi utama wisatawan.
“Kami tidak ingin target tahun ini kembali meleset. Berbagai upaya kami siapkan agar PAD pariwisata sebesar Rp36,4 miliar bisa tercapai,” kata Eko.
Menurutnya, strategi yang ditempuh meliputi peningkatan promosi pariwisata, penyelenggaraan berbagai event, serta pembenahan sistem pemungutan retribusi di lapangan.
Salah satu langkah yang diambil adalah pergantian 30 petugas TPR pantai pada awal 2026.
Pergantian tersebut, lanjut Eko, bukan sekadar rotasi, melainkan bagian dari upaya memperbaiki kinerja dan integritas petugas agar penarikan retribusi berjalan lebih transparan dan akuntabel.
“Kami juga memperketat pengawasan untuk mencegah potensi kebocoran,” ujarnya.
Disparekrafpora berencana melakukan inspeksi mendadak secara berkala ke seluruh TPR pantai, baik siang maupun malam hari.
Selain itu, pengawasan akan diperkuat dengan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik TPR.
Selain target pendapatan, Pemkab Gunungkidul juga menaikkan target kunjungan wisatawan pada 2026 menjadi 3,2 juta orang. Target tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang dipatok 3,1 juta kunjungan. Namun, realisasi tahun lalu tercatat sekitar 2,8 juta wisatawan.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, mendorong pemerintah daerah untuk terus mengoptimalkan potensi PAD, khususnya dari sektor pariwisata.
“Pendapatan masih bisa ditingkatkan, sehingga kinerja di lapangan harus benar-benar optimal,” ujar Endang.
Ia menilai penguatan PAD menjadi penting di tengah kebijakan pengetatan anggaran dari pemerintah pusat.
Dengan PAD yang kuat, pemerintah daerah dinilai lebih leluasa menjalankan program pembangunan.
Endang juga mengingatkan agar optimalisasi pendapatan tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata, melainkan juga menggali potensi dari sektor-sektor lain.
“Potensi PAD harus dioptimalkan di semua sektor, tidak hanya pariwisata,” katanya.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film