Jalur Baru Sepanjang 11 Km Siap Dibuka Fungsional Lebaran 2026

Tol Jogja–Solo Segmen Prambanan–Purwomartani

KabaJawa.com– Suaana jalan raya Yogyakarta biasanya terasa lebih padat menjelang musim mudik Lebaran. Ribuan kendaraan dari berbagai daerah memadati jalur utama Jogja–Solo yang menjadi salah satu urat nadi transportasi di wilayah selatan Pulau Jawa.

Namun pada Lebaran 2026, ada kabar baru yang membawa harapan bagi para pemudik: tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani akan dibuka secara fungsional.

Ruas tol sepanjang sekitar 11 kilometer ini akan menjadi jalur alternatif bagi kendaraan yang hendak meninggalkan wilayah Yogyakarta menuju Klaten, Solo, hingga kota-kota lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Meski belum beroperasi penuh, pembukaan jalur ini diprediksi akan membantu mengurai kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di jalur arteri Jogja–Solo.

Pembukaan jalur fungsional ini sekaligus menjadi momen penting dalam perjalanan panjang pembangunan Tol Jogja–Solo, sebuah proyek infrastruktur strategis yang terus dikejar penyelesaiannya untuk memperkuat konektivitas wilayah.

Tol Jogja–Solo Segmen Prambanan–Purwomartani Buka Fungsional Selama 14

Direktorat Lalu Lintas Polda DIY memastikan jalur ini akan beroperasi secara terbatas selama masa mudik Lebaran 2026.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa’at, menjelaskan bahwa tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani akan dibuka secara fungsional mulai 16 hingga 29 Maret 2026. Operasional jalur ini berlangsung setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.

Arie menegaskan bahwa jalur tersebut hanya berfungsi sebagai akses masuk (entrance) melalui Gerbang Tol Purwomartani. Kendaraan yang memasuki tol akan langsung diarahkan menuju Prambanan, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Klaten, Solo, dan wilayah Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

“Kami tetap menggunakan ruas tol fungsional ini, tetapi hanya untuk akses masuk melalui Gerbang Tol Purwomartani,” ujar Arie.

Artinya, kendaraan yang memanfaatkan jalur ini merupakan kendaraan yang keluar dari wilayah DIY. Kendaraan dari arah luar yang hendak menuju Yogyakarta belum dapat menggunakan ruas tersebut.

Pembatasan ini berjalan karena sejumlah infrastruktur pendukung masih dalam tahap penyempurnaan. Pengelola tol juga menerapkan pembatasan jenis kendaraan yang boleh melintas di jalur fungsional ini.

Selama masa operasional Lebaran, hanya kendaraan golongan I yang diperbolehkan menggunakan tol tersebut. Kategori ini meliputi mobil pribadi, sedan, jeep, dan minibus.

Kebijakan ini bertujuan menjaga keamanan serta memastikan kondisi jalan tetap optimal selama masa operasional terbatas.

Selain itu, jalur ini juga hanya diberlakukan satu arah, yakni dari Yogyakarta menuju luar daerah. Kendaraan dari arah Solo atau Klaten yang hendak menuju Yogyakarta tetap diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Prambanan dan melanjutkan perjalanan melalui jalur arteri.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil setelah pihaknya melakukan koordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, keterbatasan infrastruktur menjadi alasan utama penerapan sistem satu arah tersebut.

“Secara fungsional, tol tersebut hanya digunakan untuk arus keluar dari Yogyakarta, bukan arus masuk,” jelasnya.

Infrastruktur Belum Sepenuhnya Lengkap

Meski siap difungsikan saat mudik Lebaran, sejumlah fasilitas di ruas tol ini masih dalam tahap penyelesaian. Saat ini petugas masih memasang berbagai rambu lalu lintas di sepanjang jalur tol.

Kepolisian menargetkan seluruh rambu sudah terpasang pada 10 Maret 2026 dan ada pengecekan kembali pada 11 Maret. Selain itu, fasilitas lampu penerangan jalan juga belum terpasang secara menyeluruh.

Lampu sementara hanya tersedia di sekitar area gerbang tol, sementara sebagian besar ruas jalan masih tanpa penerangan. Kondisi tersebut membuat operasional tol hanya dibuka pada siang hari demi menjaga keselamatan pengguna jalan.

Meski begitu, pihak kepolisian dan pengelola tol memastikan seluruh aspek keselamatan tetap menjadi prioritas selama masa operasional fungsional.

Pembukaan jalur tol fungsional ini juga memerlukan strategi pengaturan lalu lintas yang matang. Salah satu tantangan utama muncul karena jarak antara jalan arteri Jogja–Solo dengan akses Gerbang Tol Purwomartani hanya sekitar 586 meter.

Jika antrean kendaraan memanjang hingga jalan utama, kepolisian telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas.

  • Sistem buka tutup Ramp On Purwomartani
  • Pengalihan arus kendaraan
  • Penarikan arus lalu lintas
  • Traffic management di titik rawan kemacetan

Petugas juga akan mengatur ulang lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan penting.

  • Simpang Tiga Raden Ronggo
  • Simpang Lima Kalasan (Proliman)

Selain itu, polisi akan melakukan penutupan sejumlah titik putar balik (U-turn) di sepanjang Jalan Jogja–Solo. Dari total 12 U-turn, hanya tiga titik yang tetap dibuka, yaitu di kawasan AAU, Telkom, dan Sendang Ayu.

Pemantauan Lalu Lintas Real-Time

Pemerintah Daerah DIY juga menyiapkan sistem pemantauan lalu lintas secara digital untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali.

Dinas Perhubungan DIY akan memanfaatkan fasilitas back office Smart Province yang telah terintegrasi dengan sistem pemantauan milik Polda DIY.

Melalui sistem tersebut, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time dan langsung mengambil langkah intervensi jika terjadi kepadatan ekstrem.

Dishub DIY juga akan memperpanjang durasi lampu lalu lintas di sejumlah simpang padat kendaraan guna mempercepat pergerakan arus kendaraan.

Langkah strategis ini akan mencegah penumpukan kendaraan yang selama ini sering terjadi di titik-titik rawan seperti kawasan Tempel dan Kalasan.

Pembukaan fungsional tol Jogja–Solo segmen Prambanan–Purwomartani menjadi salah satu upaya penting dalam menghadapi lonjakan arus mudik Lebaran 2026.

Meski masih bersifat sementara dan terbatas, keberadaan jalur baru ini memberikan alternatif perjalanan yang lebih cepat bagi masyarakat yang meninggalkan Yogyakarta menuju wilayah timur.

Jika skenario ini berjalan lancar, ruas tol tersebut tidak hanya membantu mengurai kemacetan, tetapi juga menjadi gambaran awal bagaimana konektivitas Jogja–Solo akan berubah ketika seluruh proyek tol ini selesai sepenuhnya.

Bagi para pemudik, jalur baru ini mungkin hanya sepanjang 11 kilometer. Namun bagi sistem transportasi Yogyakarta, ruas tersebut bisa menjadi kunci penting dalam membuka gerbang mobilitas yang lebih modern dan efisien di masa depan. (ef linangkung)

Berita Terkini

Berita Terbaru

Daftar Terbaru

News

Jasa Impor China

Berita Terbaru

Flash News

RuangJP

Pemilu

Berita Terkini

Prediksi Bola

Technology

Otomotif

Berita Terbaru

Teknologi

Berita terkini

Berita Pemilu

Berita Teknologi

Hiburan

master Slote

Berita Terkini

Pendidikan

Resep

Jasa Backlink

Slot gacor terpercaya

Anime Batch