KabarJawa.com– Suasana Jalan Gito Gati, Donoharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, mendadak mencekam pada awal Januari 2026.
Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta menggerebek sebuah ruko dua lantai yang diduga kuat menjadi markas scam jaringan internasional pada Senin (5/1/2026).
Aksi penggerebekan itu langsung menggemparkan warga sekitar yang selama ini tidak menaruh kecurigaan sedikit pun. Polisi mengamankan puluhan orang yang berada di dalam ruko tersebut.
Aparat juga menyita banyak barang bukti berupa handphone dan laptop yang tersebar di setiap ruangan, baik di lantai bawah maupun lantai atas. Polisi menduga seluruh perangkat itu adalah alat untuk menjalankan aktivitas penipuan daring berskala internasional.
Kasihumas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung Herjunadi, menegaskan bahwa pihak kepolisian saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap seluruh orang yang diamankan. Polisi juga terus mendalami peran masing-masing individu dalam jaringan tersebut.
Polisi Masih Dalami Jaringan Internasional
“Polresta Yogyakarta memastikan bahwa proses hukum masih berjalan. Kami terus melakukan pengembangan,” ujarnya.
Polisi terus mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan di balik praktik scam tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan jaringan internasional dan aliran dana yang terlibat.
Penggerebekan ini menjadi peringatan keras bagi pelaku kejahatan siber yang memanfaatkan wilayah permukiman sebagai kedok aktivitas ilegal. Sementara itu, warga berharap aparat dapat menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya demi menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Warga sekitar Jalan Gito Gati mengaku terkejut saat mengetahui bangunan yang selama ini tampak seperti kantor biasa ternyata menyimpan aktivitas ilegal. N, seorang warga yang setiap hari bekerja di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa ruko tersebut selalu tampak ramai sejak lama.
“Kalau yang saya lihat setiap hari ramai dan buka 24 jam,” ujar N.
Menurut N, ruko itu penuh pemuda dan pemudi yang mungkin jadi karyawan. Mereka datang silih berganti dengan kendaraan pribadi. Plat nomor kendaraan tidak hanya berasal dari wilayah Yogyakarta, tetapi juga dari berbagai daerah lain di luar kota.
Para pekerja berpakaian bebas formal layaknya karyawan perkantoran. Saat jam kerja, rolling door bagian depan ruko terbuka sehingga aktivitas di dalam terlihat normal dan tidak mencurigakan.
N mengaku tidak mengetahui secara pasti jenis pekerjaan mereka. Namun, ia sempat mendengar informasi dari tukang parkir setempat bahwa mereka bekerja sebagai admin dan customer service.
“Saya tidak tahu kerja dan aktivitasnya apa. Kalau pas buka, pintunya dibuka. Orang datang sampai parkiran penuh, keluar masuk terus,” katanya.
Saat jam istirahat, para pekerja keluar dari ruko untuk mencari makan. Sebagian dari mereka menyantap soto dan makanan lainnya di warung sekitar lokasi, semakin menguatkan kesan bahwa ruko tersebut hanyalah kantor biasa.
Penggerebekan Markas Scam Jaringan Internasional di Sleman
Penggerebekan berlangsung dramatis pada Senin sore. Warga melihat sejumlah polisi berjaga di sekitar ruko sebelum aparat dalam jumlah besar berdatangan. Tak lama kemudian, polisi langsung masuk ke dalam bangunan dan mengamankan seluruh orang yang berada di lokasi.
N bersama warga lain menyaksikan langsung proses tersebut. Ia melihat polisi mengangkut orang-orang dari dalam ruko beserta barang bukti menggunakan kendaraan dinas.
“Sore lewat jam 15.00 orang-orangnya dibawa. Saya lihat ada dua truk, tapi jumlah orangnya saya tidak tahu,” ungkapnya.
Aksi penggerebekan itu sempat terekam video dan viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan banyak personel kepolisian meninggalkan lokasi dengan truk Dalmas, mobil patroli, dan sepeda motor. Namun, video itu kini sudah tidak lagi beredar.
Ketua RW 33 Donoharjo, Ngaglik, Sleman, Wahyu Agung Purnomo, mengungkapkan bahwa aparat kepolisian memintanyamenjadi saksi dalam penggerebekan tersebut. Saat itu, ia sedang berada di depan rumah ketika polisi datang menjemputnya.
Di dalam ruko, Wahyu melihat langsung banyaknya barang bukti. Ia menyebut polisi menemukan handphone dan laptop di hampir setiap ruangan.
“Banyak sekali laptopnya. Di lantai bawah dan lantai atas. Setiap kamar ada barang buktinya,” ujar Wahyu.
Polisi juga menyampaikan kepada bahwa aktivitas di ruko tersebut sudah berada dalam pengawasan aparat selama berbulan-bulan. Dari informasi awal, polisi menduga aktivitas di lokasi tersebut berkaitan dengan praktik judi online dan scam daring.
Wahyu menegaskan bahwa ia hanya menyaksikan proses penyitaan barang bukti. Saat itu, masih banyak karyawan berada di dalam ruko sebelum akhirnya polisi membawa mereka keluar.
“Saya cuma dimintai melihat barang bukti. Waktu itu masih ada karyawan dan jumlahnya banyak,” katanya.
Kesaksian serupa juga datang dari Jesica (22), warga sekitar yang sempat berbincang dengan beberapa pekerja di ruko tersebut sebelum penggerebekan terjadi. Menurut Jesica, para pekerja mengaku bekerja sebagai admin.
“Mereka bilang kerjanya admin dan operasionalnya 24 jam,” ujarnya.
Pengakuan tersebut kini memperkuat dugaan polisi bahwa para pekerja menjalankan peran sebagai customer service dalam jaringan scam internasional yang menyasar korban secara daring. (ef linangkung)
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film